“siapa sih dia berani-beraninya sama gue. Sok banget jadi
orang. Ngajak gue berantem apa?”
“gue udah bela-belain tapi apa balesannya, malah gue
diginiin. Difitnah.”
Mungkin kata-kata di atas pernah kita dengar atau mungkin
kita sendiri pernah mengatakannya saat ada masalah dengan orang lain. Beberapa orang
mungkin hanya “ngrundel” dibelakang dan memilih tidak merespon karena rasa
malas atau enggan timbul konflik yang destruktif. Beberapa orang mungkin malah
secara frontal tanpa “tedheng aling-aling” meluapkan kekesalannya atas dasar
harga diri atau ingin masalah segera selesai.








