Rindu, sebetulnya tak patut aku berkata begitu, tak punya hak aku untuk sekedar merasakamu, memang siapa aku?
Aku hanyalah anak kecil yang tiba-tiba bertemu dengan cinta, gagap seketika dan kaku seperti tiang telpon usang di pinggiran jalanan, tapi hatiku meriang, meriang, seketika panas seketika dingin, tak tentu apa rasanya, tak tahu apa rasanya, tak ada obat di kotak P3K yang mempan terhadapnya,

Berapa kali sudah tanggal 2 mei berlalu, Beberapa kali sudah wacana-wacana disuarakan, Demi kemajuan pendidikan, Demi kemajuan generasi Bangsa yang katanya sedang terancam,
Hari ini ternyata tanggal 2 mei lagi, Peringatan, kata selamat dan kata-kata tertuju pada pendidikan, Semua seolah bersemangat ingin memajukan pendidikan, Semua seolah tak puas dengan kondisi pendidikan, dan aku terlibat ada dalam ueforia ini,
“aku gak suka sifat dia. Kekanak-kanakan banget.”
“siapa sih dia berani-beraninya sama gue. Sok banget jadi orang. Ngajak gue berantem apa?”
“gue udah bela-belain tapi apa balesannya, malah gue diginiin. Difitnah.”

Mungkin kata-kata di atas pernah kita dengar atau mungkin kita sendiri pernah mengatakannya saat ada masalah dengan orang lain. Beberapa orang mungkin hanya “ngrundel” dibelakang dan memilih tidak merespon karena rasa malas atau enggan timbul konflik yang destruktif. Beberapa orang mungkin malah secara frontal tanpa “tedheng aling-aling” meluapkan kekesalannya atas dasar harga diri atau ingin masalah segera selesai.
Desa Jatilengger berdiri sejak tahun 1860 yang babat adalah Mbah Djokarso asal dari Ponorogo. Karena disuatu tempat ada seorang Gemblak yang dipotong lehernya dan disandarkan dipohon jati maka tempat ini  disebut  Jatilengger, yang  asal  katanya  dari   JATI  dan  LEHER, Sehingga sampai sekarang menjadi Desa Jatilengger.

Desa Jatilengger terdiri dari 2 ( dua ) Pedukuhan ialah
  1. Dukuh Jatilengger
  2. Dukuh Jatinom

Dengan batas-batas sebagai berikut :
·    Sebelah Utara
: Desa Kawedusan dan Desa Maliran
·    Sebelah Timur
: Boschwesen dan Desa Bendo
·    Sebelah Selatan
: Desa Bendo dan Desa Kandangan Kec.Srengat
·    Sebelah Barat
: Desa Kandangan Kec.Srengat dan Desa Kendalrejo Kec.Srengat


Luas Desa Jatilengger adalah : 427,255 Ha dan pada saat ini berpenduduk Laki-laki : 1212 Perempuan : 1321 orang, jumlah : 2.533. 

Sejak menjadi Desa sampai sekarang yang telah menjabat sebagai Kepala Desa ada 13 orang yaitu.

No.
Nama Kepala Desa
Mulai Menjabat
Akhir Menjabat
Keterangan
1
Bpk. Djokarso
1980
1987

2
Bpk. Irontani
1868
1971

3
Bpk. Surontani 
1872
1878

4
Bpk. Krodono
1879
1881

5
Bpk. Karjodrono
1882
1900

6
Bpk. Tomedjo
1901
1914

7
Bpk. Haji Djuni
1915
1919

8
Bpk. Pontjorejo
1920
1945

9
Bpk. Karto Miharjo
1946
1955

10
Bpk. Djojoharjo
1956
1961

11
Bpk. Atin Suryanto
1962
1965

12
Bpk. Topingi
1966
1970
Pejabat Sementara
13
Bpk. Malik
1970
1990

14
Bpk. M.Samsuri
1991
2007

15
Bpk. Endik Mujirianto
2007
Sekarang

Berikut saya bagikan untuk anda Soal UAS Semester 1 matapelajaran IPA untuk SD Kelas 6. Soal ini bisa anda gunakan untuk latihan di rumah.

Silahkan Download Soal UAS IPA SD Kelas 6 Semester 1

Semoga Bermanfaat.
Beberapa minggu ini beberapa kali aku mendengar kabar kecelakaan yang terjadi di sekitar kampung halamanku, Blitar. Mulai dari kecelakaan tunggal, sampai bertabrakan dengan kendaraan besar sekelas truk. Yang membuatku ngeri adalah tak jarang korban meninggal dunia. seperti yang terjadi baru-baru ini di sekitar kawasan srengat. Seorang pelajar dan orang tuanya harus meregang nyawa karena "bersenggolan" dengan truk saat mereka hendak mendahului truk tsb dari arah kiri. Dan akibatnya, menurut kabar, keduanya terlindas truk tsb.